Titen POS Titen POS Studi Kasus
Beranda / Studi Kasus / Warung & Retail

Studi Kasus Warung & Toko Retail

Dua contoh nyata: warung yang dijaga sendiri, dan toko grosir yang sudah punya 2 cabang. Mode tampilannya sama (Mode Retail), yang beda hanya skala dan paketnya.

Mana yang paling mirip dengan usaha Anda?
KASUS A

Toko Sembako Bu Rina

1 toko, dijaga sendiri + 1 anak
Masalah sebelumnya
Selama ini catatan jualan di buku tulis. Uang belanja kulakan dan uang jualan bercampur di satu laci, jadi tiap akhir bulan tidak tahu sebenarnya untung atau tidak. Tetangga yang ngutang juga sering lupa dicatat.

Alur pemakaian sehari-hari

  1. 1
    Pagi
    Buka aplikasi di HP. Produk sudah diisi sekali di awal: nama, harga modal, harga jual (mis. Minyak 1L modal Rp 15.000, jual Rp 17.000).
  2. 2
    Siang
    Pembeli datang, scan barcode pakai kamera HP atau ketuk produk, terima tunai/QRIS, struk dicetak atau dikirim.
  3. 3
    Siang
    Beli plastik kresek dan es batu Rp 35.000? Tekan tombol "+ Pengeluaran" dan isi nominalnya. Selesai dalam 5 detik.
  4. 4
    Sore
    Pak Joko belanja Rp 120.000 tapi bayar akhir bulan. Kasir pilih metode "Kasbon", nama Pak Joko tercatat beserta sisa utangnya.
  5. 5
    Malam
    Buka menu Laporan Laba Rugi: omzet, modal barang terjual, pengeluaran, dan untung bersih hari ini langsung terlihat.

Simulasi laba rugi 1 hari

Penjualan (85 transaksi) + Rp 2.450.000
Modal barang yang terjual (HPP) − Rp 1.960.000
Pengeluaran: plastik & es batu − Rp 35.000
Untung bersih hari ini Rp 455.000
Kasbon Pak Joko Rp 120.000 sudah termasuk di penjualan, tapi tercatat terpisah sebagai piutang sampai dia bayar.
Biaya Titen POS untuk kasus ini
Paket MandiriRp 49.000
+ Modul eceran: Utang Piutang (Kasbon)Rp 25.000
Total per bulanRp 74.000
Fitur yang dipakai:
Kasir barcode di HP Harga modal (HPP) per produk Catat pemasukan lain & pengeluaran Laporan laba rugi otomatis Buku kasbon pelanggan (modul eceran)
Coba gratis seperti Toko Sembako Bu Rina
KASUS B

Grosir Makmur Jaya

1 toko pusat + 2 cabang, 6 kasir
Masalah sebelumnya
Pemilik tidak bisa ada di 3 toko sekaligus. Cabang kadang kulakan sendiri ke sales/supplier pakai uang laci, jadi setoran sore tidak cocok dengan omzet dan tidak ketahuan selisihnya dari mana.

Alur pemakaian sehari-hari

  1. 1
    Setup
    Pemilik membuat 3 outlet (Pusat, Cabang Timur, Cabang Barat) dan akun kasir untuk masing-masing. Kasir hanya melihat outletnya sendiri.
  2. 2
    Pagi
    Sales minyak datang ke Cabang Timur. Kasir mencatat di menu Pembelian: supplier "CV Sumber Minyak", 2 dus, Rp 800.000, bayar tunai dari laci. Stok cabang otomatis bertambah.
  3. 3
    Siang
    Setiap cabang berjualan seperti biasa. Pengeluaran kecil (bensin antar barang, plastik) dicatat di kasir.
  4. 4
    Sore
    Kasir cabang membuka menu Setoran Outlet. Sistem menghitung uang yang wajib disetor: penjualan tunai − belanja supplier tunai − pengeluaran. Kasir transfer ke rekening pusat dan unggah foto bukti.
  5. 5
    Malam
    Pemilik di rumah memverifikasi setoran, lalu melihat laporan gabungan 3 toko atau memfilter per cabang.

Simulasi setoran harian per cabang

Outlet Penjualan tunai Pemasukan lain Belanja supplier Pengeluaran Wajib setor
Toko Pusat Rp 6.000.000 – – −Rp 60.000 Rp 5.940.000
Cabang Timur Rp 3.500.000 – −Rp 800.000 −Rp 50.000 Rp 2.650.000
Cabang Barat Rp 2.800.000 – – −Rp 40.000 Rp 2.760.000
Total dilihat pemilik Rp 12.300.000 – −Rp 800.000 −Rp 150.000 Rp 11.350.000
Rumus: wajib setor = penjualan tunai + pemasukan lain − belanja supplier tunai − pengeluaran.
Belanja ke supplier bukan "rugi": nilainya masuk ke stok barang, dan baru menjadi modal (HPP) ketika barangnya terjual.
Biaya Titen POS untuk kasus ini
Paket Bisnis ProRp 149.000
Total per bulanRp 149.000
Fitur yang dipakai:
Semua fitur Paket Mandiri Hingga 3 outlet & 10 akun kasir Pembelian ke supplier oleh pusat maupun cabang Setoran outlet ke pusat + bukti foto Kasbon, promo/diskon, shift kasir Laporan gabungan & filter per cabang
Coba gratis seperti Grosir Makmur Jaya

Ringkasan: paket mana untuk warung & retail?

Kondisi usahaPaketHarga/bln
1 lokasi, tanpa cabangMandiri + modul eceran bila perluRp 49.000
Pusat + 1–2 cabang, atau butuh banyak modulBisnis ProRp 149.000
4 s/d 25 cabang + akuntansi lengkapEnterpriseRp 299.000
Semua paket gratis dicoba 14 hari dan bisa naik/turun paket kapan saja tanpa kehilangan data.

Pertanyaan umum warung & retail

Tidak. Paket Mandiri Rp 49rb sudah cukup. Kalau butuh kasbon, tambahkan modul eceran Utang Piutang saja.

Sangat fleksibel! Anda bisa upgrade ke Bisnis Pro atau cukup beli Slot Cabang Eceran (+Rp 35.000 / cabang / bln) sesuai kebutuhan Anda tanpa harus langsung lompat ke Enterprise.

Tidak. Kasir hanya melihat outletnya. Laporan gabungan hanya untuk pemilik.
Baca studi kasus jenis usaha lain: